Informasi Kesehatan Terkini

Multiple Intelligence

Thursday, 22 March 2018

Seringkali orangtua menjadikan nilai raport sekolah sebagai tolok ukur kecerdasan anak. Anak dikatakan bodoh karena nilai raport yang merah, anak dikatakan memiliki intelegensi lebih rendah dari teman atau saudara kandungnya karena nilai matematika yang rendah. Seperti yang umumnya kita ketahui kecerdasan merupakan salah satu faktor sukses tidaknya peserta didik di sekolah. Anak dengan IQ rendah dikatakan sulit berprestasi di sekolah, padahal tidak ada jaminan anak dengan IQ tinggi memiliki prestasi cemerlang dan sukses di pelajaran sekolah.

Apakah anda pernah mendengar Multiple Intelligence / Kecerdasan Majemuk? Teori ini menegaskan bahwa manusia memiliki berbagai macam kecerdasan, tidak hanya kecerdasan berhitung, bahasa dan menghafal. Teori ini dikembangkan oleh Howard Gardner (1983), multiple intelligence terdiri dari 8 kecerdasan yaitu kecerdasan bahasa/verbal, kecerdasan berhitung/logika, kecerdasan visual spatial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal/perasaan diri, kecerdasan intrapersonal/empati, dan kecerdasan spiritual.

Tugas anda sebagai orangtua adalah mengamati perkembangan anak dan telusuri bakat dan minatnya. Konsultasikan dengan psikolog untuk mengetahui kecerdasan apa yang dimiliki anak sehingga anda dapat menfasilitasi pendidikannya dan membantu anak meraih masa depan cemerlang. Ingat bahwa semua anak itu memiliki kecerdasannya masing-masing, anak yang sangat cerdas dalam bidang akademis di sekolah namun tidak memiliki kemampuan sosial emosi yang baik belum tentu sukses di masa mendatang.
 
Nana Gerhanna, M.Psi, Psikolog
RS Royal Progress Jakarta