Pilek - Pengertian, Gejala & Pengobatanya

June 28, 2022
Share
Pilek - Pengertian, Gejala & Pengobatanya

Pilek adalah penyakit yang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat awam. Biasanya pilek juga sering dikaitkan dengan penyakit flu. Jadi apakah pilek dan flu sama? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Pengertian Pilek

Pilek merupakan keadaan dimana terdapat cairan atau yang sering disebut lendir berlebih dalam hidung. Cairan ini bisa berbentuk kental ataupun lendir dan dengan warna yang bermacam-macam seperti berwarna keruh ataupun bening. Bahkan terkadang lendir juga bisa berwarna hijau, tergantung dari penyebab pilek itu ada. Pada saat tertentu, lendir pilek juga bisa turun hingga ke tenggorokan.

Faktanya produksi lendir pada tubuh merupakan hal yang normal. Lendir bisa berfungsi untuk memastikan agar saluran pernapasan tetap dalam keadaan lembap sehinnga Anda dapat bernapas secara normal. Selain itu, lendir juga berfungsi untuk mencegah kotoran dan kuman untuk masuk ke dalam tubuh.

Namun, jika lendir diproduksi secara berlebih, bisa jadi itu merupakan gejala atau tanda bahwa Anda terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu seperti alergi debu, alergi udara dingin atau terkena paparan suatu virus.

Pilek memang bukan masalah atau penyakit kesehatan yang serius, namun jika tetap berlangsung dan semakin berat, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas karena gejalanya yang cukup menghambat kegiatan sehari-hari. Pilek bisa menyebabkan sulit bernapas karena hidung tersumbat bahkan bisa membuat badan lemas.

Pilek juga merupakan salah stau gejala yang paling umum diderita oleh pasien Covid 19. Apa saja tanda-tanda dari penderita virus Covid 19? Klik disini untuk info lebih lanjut.

Gejala penderita pilek

Penyakit pilek dapat menimbulkan beberapa tanda yang dimana tiap masing-masing orang akan memiliki gejala atau tanda yang berbeda-beda. Umumnya, seseorang yang pilek akan mengalami tanda seperti berikut:

  • Batuk-batuk
  • sering bersin
  • hidung tersumbat
  • kesulitan bernapas
  • tubuh sering merasa lelah
  • tenggorokan terasa sakit
  • lendir terasa menetes di area belakang hidung hingga tenggorokan (postnatal drip)
  • terkadang disertai juga dengan demam (tergantung dari daya tahan penderitanya)

Penyebab pilek

Pilek terjadi saat lapisan dalam hidung atau area sinus mengalami peradangan yang umumnya diakibatkan perubahan cuaca atau adanya bakteri yang masuk ke dalam hidung. Selain itu, penyebab pilek sangat beragam, seperti:

1. Infeksi virus

Pilek yang dapat terjadi ketika virus masuk kedalam tubuh melalui hidung dan menginfeksi area hidung, tenggorokan atau sinus. Contoh dari penyakit yang sering muncul dari infeksi virus yaitu influenza, respiratory syncutial virus (RSV), sinusitis, dan termasuk Covid 19.

2. Alergi

Alergi bisa menjadi salah satu penyebab dari seseroang terkena pilek. Alergi bisa dibebakan oleh banyak hal seperti debu, bulu binatang, udara atau polusi, dan lainnya. Kondisi alergi ini disebut juga sebagai rinitis alergi.

3. Paparan udara dingin atau kering

Udara yang dingin atau kering bisa menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dalam hidung. Kondisi tersebut bisa memicu sistem saraf mengeluarkan cairan.

4. Konsumsi makanan pedas

Makanan pedas juga dapat memicu terjadinya pilek. Makanan yang dimaksud seperti yang mengandung cabai, bawang, atau lada hitam.

Cara mendeteksi pilek

Pilek memang bukanlah penyakit berbahaya, namun ada beberapa komplikasi yang harus diwaspadai jika menderita pilek. Dalam mendeteksi pilek, umumnya dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, dimana pada tahap awal dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada penderita terkait:

  • riwayat kesehatan dari penderita, apakah ada menderita alergi atau penyakit yang menyerang imun tubuh lainnya
  • konsumsi obat terkini yang dilakukan penderita, apakah ada penggunaan pelega hidung bisa berbentuk obat semprot
  • gejala atau tanda yang dirasakan penderita
  • apakah memelihara binatang atau pernah terkena paparan debu atau bulu binatang ke hidung dalam waktu dekat

Selain itu, jika diperlukan, dokter juga dapat menggunakan alat khusus untuk memeriksa area hidung. Tujuannya yaitu untuk memastikan area iritasi didalam rongga hidung.

Kapan harus ke dokter

Dalam beberapa kasus, memang pilek dapat dibilang sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi pilek membutuhkan penanganan lebih lanjut terutama dari dokter, seperti jika penderita mengalami gejala sebagai berikut:

  • keluar lendir berwarna kehijauan dan berdarah, bahkan bisa disertai dengan bau tidak sedap
  • lendir yang keluar disertai dengan nyeri di area sinus
  • dapat berlangsung selama lebih dari 10 hari
  • disertai dengan demam tinggi, sakit kepala yang berat hingga nyeri hebat di area dahi atau wajah
  • kehilangan indra penciuman (anosmia) dan indra perasa (ageusia)
  • hingga menyebabkan sesak napas
  • lendir hidung keluar akibat dari terjadinya cedera pada kepala

Perlu diwaspadai juga apabila pilek terjadi pada anak Anda, terutama pada bayi. Hal ini dikarenakan pilek pada bayi bisa menjadi penyakit yang tergolong serius. Segera lakukan pertolongan medis apabila bayi usia dibawah 2 bulan terkena pilek, karena komplikasi sulit bernapas bisa saja terjadi.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Cara mengatasi pilek bisa dilakukan dengan banyak cara. Pilek dapat diredakan dengan banyak istirahat, konsumsi air putih yang cukup dan pastikan daya tahan tubuh Anda kuat. Namun selain itu, cara meredakan pilek membutuhkan konsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.

Jika Anda mengalami pilek yang berkepanjangan hingga tidak kunjung sembuh atau mereda, segera konsultasikan dengan dokter. RS Royal Progress memiliki dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan(THT) dan spesialis penyakit dalam yang dapat membantu mengobati keluhan pilek Anda. Klik disini untuk membuat perjanjian dengan dokter spesialis THT.

Konsultasi

dr. Elly R. Simangunsong, SpTHT-KL
Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan)
Buat Janji
dr. Arina Ikasari M., SpTHT-KL, FICS
Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan)
Buat Janji
dr. Hariyono, SpPD, FINASIM
Spesialis Penyakit Dalam
Buat Janji