Siaga Mengatasi Cedera Ringan pada Anak

June 8, 2020
Share
Siaga Mengatasi Cedera Ringan pada Anak

Pada masa pertumbuhannya, anak cenderung aktif bermain. Mulai dari berlari ke sana ke mari, melompat, memanjat, dan lainnya untuk mengekplorasi hal baru. Maka itu, tak jarang anak mengalami cedera ringan akibat terjatuh, tergores, ataupun terbentur. Walaupun biasanya anak akan menangis dan menjerit sebagai respons awal, pastikan Anda sebagai orang tua tidak ikut panik. Tetap tenang dan lakukan pertolongan pertama pada anak agar reaksi sakit atau nyeri yang timbul dapat cepat berkurang. Berikut langkah-langkah untuk mengatasi ragam jenis cedera ringan pada anak:

Benturan ringan di kepala

Umumnya disebabkan kecelakaan pada saat bersepeda atau kecelakaan lalu lintas lainnya. Jika anak mengalami benturan pada kepala, segera lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Jika tetap sadar, segera kompres kepala dengan sekantong es batu selama 20 untuk mengurangi risiko pembengkakan.
  • Awasi anak dengan saksama.
  • Waspada dan segera bawa ke dokter bila anak sering muntah, merasa pusing, berperilaku tidak seperti biasanya, melemahnya salah satu sisi anggota badan, serta cenderung tidur dan sulit dibangunkan.

Tergores benda tajam

Jika anak mengalami luka akibat tergores atau tersayat, segera obati dengan cara berikut:

  • Bila ada pendarahan aktif, hentikan dengan menekan-nekan lembut area luka menggunakan kain bersih. Umumnya, pendarahan akan berhenti setelah melakukan ini selama 5-10 menit.
  • Jika pada luka terdapat benda asing (misalnya serpihan kaca), singkirkan dengan menggunakan pinset yang sudah disterilkan terlebih dulu.
  • Bersihkan luka menggunakan sabun dan air hangat.
  • Keringkan luka mengunakan kain lembut, lalu olesi salep antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Jika sudah, tutup luka dengan perban steril. Pastikan perban diganti secara teratur setiap hari.

Tergores benda tajam

Biasanya hidung mimisan terjadi ketika anak cedera akibat terjatuh. Praktikan sejumlah langkah untuk menghentikan hidung mimisan sebagai berikut:

  • Ajak anak duduk dalam posisi tegak dengan kepala lurus ke depan agar tekanan darah di dalam hidung berkurang.
  • Jangan biarkan posisi kepala mendongak (mengarah ke atas), sebab posisi ini membuat darah dari hidung masuk ke tenggorokan dan tertelan. Bila darah mimisan sampai masuk ke dalam saluran pencernaan, anak berisiko mengalami iritasi dan gangguan saluran cerna.
  • Hentikan pendarahan hidung. Caranya, tekan hidung dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk selama kurang lebih 10 menit.
  • Jika pendarahan masih terjadi terus, segera cek ke dokter.